Jumat, 04 Maret 2016

Siapa wanita bergelang itu?

Pernah gak sih kalian suka sama seseorang yang gak pernah bisa kalian lihat mukanya, gak pernah bisa kalian denger suaranya, dan gak pernah bisa kalian genggam tangannya?

Gua lagi ngalamin ini, rasa suka yang tiba-tiba ada gak tau kapan munculnya dan gak tau kapan merekahnya sampai akhirnya gua sadar kalo gua suka sama seseorang itu, wanita yang gak tau kapan pernah ketemu tapi bisa ngasih sesuatu yang gak biasa, perasaan suka.

Aneh, dia gak pernah hadir di hidup gua, gak kenal siapa namanya, gak jelas gimana orangnya, dan gak tau dimana tinggalnya. Semua masih jadi rahasia, rahasia yang gak semuanya bisa diceritain. Rahasia yang semakin dicari tau malah semakin jadi rahasia, ke-rahasia-annya amat sangat rahasia.

Tulisan ini sengaja gua tulis tanpa ada ikut campur Aro, gua tulis ini sendiri. Tulisan yang berawal dari rasa penasaran otak gua, rasa khawatir hati gua, dan rasa kangen sama tarian jari-jari gua saat nulis. Gak ada hal spesial dari tulisan ini tapi ada sesuatu yang aneh dari cerita yang bakal gua ceritain disini.

Begini ceritanya...

---

"Ini gua dimana dah?" tanya gua aneh liat sekeliling gua kaya ada diruangan yang udah didekorasi untuk pesta pernikahan.

"Lah kayanya tadi gua sama anak-anak yang lagi main pees, gua lagi baca buku, lah kenapa sekarang gua ada ditempat beginian?" tanya gua makin aneh karena liat sekeliling yang sepi diruangan yang udah didekorasi sedemikian rapih dan siap dipake untuk acara pernikahan ini.

"Lah kemana temen-temen gua dah? Kayanya tadi disebelah gua ada dewa yang lagi main hape, terus si monyok sama hilwan lagi main pees, dan oji lagi main gitar dibangku. Dan gua sendiri lagi tiduran dikasur sambil baca buku -Panduan bagi Musafir Cinta-. Tapi kok gua tiba-tiba ada disini dah, sendirian lagi. Tempat apaan sih ini? Siapa yang mau nikahan?" tanya gua makin penasaran sambil jalan-jalan liat sekeliling yang udah bener-bener rapih dan siap pakai untuk acara pesta pernikahan, dekorasi ala-ala jaman kerajaan yang tiang bangunannya gede dan hiasan dindingnya banyak ornamen yang terbuat dari emas sambil dihiasin kain-kain selendang untuk perpaduan warnanya.

"Ini kayanya gua ketiduran dah ini tapi sejak kapan ada orang ketiduran terus mimpi dan dimimpinya dia malah sadar kalo lagi mimpi? Ah bodo ah, jalan-jalan dulu ah, kapan lagi bisa mimpi asik begini" perasaan aneh yang gua rasain, ngerasa mimpi tapi terlalu sadar kalo untuk dibilang mimpi.

Karena bingung gua ini lagi mimpi atau kenapa, akhirnya gua jalan-jalan buat liat keadaan sekitar yang menurut gua bagus. Dari segi bangunan yang keliatan megah karena atapnya yang dibangun cukup tinggi dengan tiang-tiang besar yang dibangun bukan cuma disudut ruangan tapi juga ada beberapa yang dibangun ditengah ruangan buat menimbulkan kesan kalo bangunan ini bukan cuma aula biasa tapi aula yang gak sembarangan orang bisa pakai dan masuk kedalamnya, kelihatan dari seberapa megah ornamen didalamnya.

Gua liat dindingnya ada beberapa senjata yang ditempel kedinding dengan rapih, ada beberapa barisan pedang, barisan tombak, dan yang bikin gua suka ada beberapa barisan busur panah yang gak cuma ditempel busurnya aja tapi ada anak panahnya juga yang siap buat dilesatkan. Kesan yang ditampilkan berasa kalo ruangan ini khusus untuk mereka-mereka yang mahir menggunakan senjata, terbukti dari beberapa senjata yang sengaja ditaruh disana buat identitas dari mereka-mereka.

Beberapa ornamen ada yang menggunakan emas buat tanda betapa mewahnya ruangan ini, kaya lampu utama yang menggantung ditengah-tengah ruangan ini jauh diatap sana, ada tempat-tempat lilin yang sebagian diantaranya yang ditempel ditembok dan sebagian lainnya ditaruh disudut-sudut ruang juga terbuat dari emas, kesan klasik yang sangat terasa. Lampu utama yang jauh diatap karena atapnya yang cukup tinggi dan sinar-sinar temaram lilin yang gak terlalu terang menimbulkan kesan cahaya tersendiri bagi penyuka nuansa klasik.

Dari semua ornamen yang terlihat megah dan klasik ini, ada beberapa ornamen yang terlihat feminim. Iya beberapa kain atau selendang warna-warni yang dipasang disetiap sudut-sudut atap ruangan ini seolah menjadi penyeimbang dari kesan keperkasaan ruangan ini dengan kesan mengayomi dan meneduhkan yang terpancar dari tiap warna selendang atau kain yang dipasang tiap sudutnya.

Sedang asik melihat-lihat dengan penuh kekaguman, tiba-tiba...

"Hai anak muda, kamu suka tempat ini?" tanya Aki-aki tua dengan jenggot putih dan wajah tuanya yang terlihat karismatik.

"Ini tempat apaan dah Ki, nah Aki ini siapa?" tanya gua penasaran yang aslinya kaget karena dia muncul mendadak dibelakang gua pas lagi sibuk liat salah satu warna selendang yang ada dipojok sebelah kanan deket foto anak muda yang mukanya mirip sama gua.

"Kamu gak lupa kan sama tempat ini? Lihat itu ada kamu disana" tanya Aki itu sambil jarinya nunjuk ke arah foto anak muda yang mirip sama gua deket selendang yang dari tadi narik perhatian gua.

"Lah boro-boro lupa Ki, tau tempat ini aja kagak. Lagian kok anak muda itu mirip saya dah Ki?" makin bingung aja gua sama pertanyaan si Aki dan foto yang lagi dia tunjuk itu.

"Hahaha kamu masih belum sadar ya, mungkin emang belum ada yang ngingetin kamu aja nak. Kamu lupa sama tempat ini" tawa si Aki yang kedengaran gak asing dikuping gua tapi gua gak tau pernah denger dimana dan tawanya dia yang gak bikin karismatiknya berkurang.

"Ki udahlah, saya gak tau ini dimana. Lagian itu foto siapa kok mirip saya? Dan sebenernya Aki siapa? Kok gak asing tapi saya gak tau siapa Aki" tanya gua langsung banyak biar cepet dijawab semua rasa penasaran gua ini.

"Tunggu sebentar nak, semua jawaban kamu bakal kejawab" kata si Aki sambil pergi kearah pintu gede yang tadi gua bilang kaya pintu utama soalnya cuma itu pintu yang keliatan gede dari yang lain.

Setelah perginya si Aki kearah pintu itu dan hilang setelah pintu tertutup, keadaan jadi sepi dan perasaan gua jadi aneh. Kaya ada sesuatu yang maksa gua buat liat lagi foto itu, foto anak muda yang mirip sama gua. Dan setelah gua liat foto itu, gua kaget. Ternyata difoto itu bukan cuma ada anak muda yang mirip gua tapi ada sosok baru dalam foto itu, wanita seumuran gua yang tangan kirinya lagi megang mawar putih dan senyum sambil tangan kanan rangkul tangan kiri anak muda yang mirip gua.

"Lah sejak kapan itu cewe ada didalam foto itu? Kayanya tadi difoto itu cuma ada anak muda itu doang dah, aneh" ada keanehan dalam foto itu dan yang lebih aneh lagi gua bukannya takut sama keanehan itu tapi justru gua malah penasaran.

Makin gua liat foto itu, makin jelas keliatan kalo wanita itu beneran ada dalam foto itu, bukan cuma halusinasi karena gua bete aja sendirian diruangan semegah dan seluas ini.

Karena penasaran gua akhirnya nyoba buat ngedeketin foto yang ada didinding itu yang tepat dibawah selendang yang narik perhatian dari pertama gua masuk ruangan ini. Baru beberapa langkah buat ngedeketin foto itu, tiba-tiba...

"Nak, liat siapa yang ada sama Aki nih" tanya Aki tepat dibelakang gua dan tepat disebelah kanannya ada wanita yang mukanya gak asing buat gua, iya gak asing banget buat gua, kaya pernah liat tapi lupa dimana.

Gua yang kaget karena kehadirannya yang tiba-tiba dan lebih kaget lagi waktu sadar kalo wanita yang ada disebelah kanannya itu mirip banget sama yang ada difoto, tanpa perintah lagi dari otak, gua langsung muter badan gua dan liat foto yang tadi lagi gua liat. Gua makin kaget karena didalam foto itu cuma ada anak muda tanpa sosok wanita yang tadi, sosok wanita yang mirip sama sama wanita yang sekarang ada disamping si aki, dan itu alasan kenapa gua ngerasa gak asing sama mukanya karena barusan liat dia ada difoto itu yang sekarang udah gak ada lagi difoto.

"Ini sebenernya ada apa sih, siapa Aki-aki ini dan siapa sosok cewe yang sekarang ada disampingnya, kenapa mukanya mirip sama yang difoto?" tanya gua dalam hati sambil bingung liatin foto yang tinggal anak muda sendirian.

"Jangan bingung nak, pertanyaan kamu yang didalam hati kenapa gak langsung kamu tanyakan saja sama orangnya langsung" kata sia aki sambil nengok ke arah wanita itu dan yang ditengok malah tertunduk malu.

"Sial, ko dia tau isi hati gua" kata gua dalam hati lagi sambil balik badan kearah si Aki dan si wanita.

"Ah, Aki ini siapa dan dia ini siapa? Ko mukanya mirip sama yang ada difoto tapi pas dia ada disini yang difoto malah gak ada?" kata gua sambil liatin si Aki yang senyum-senyum liat gua makin penasaran.

"Udah kamu gak usah tanya-tanya terus, kalo kamu tau semua nanti kamu gak mau pulang. Biar pertanyaan kamu dijawab sama orang yang bakal kamu temuin dikemudian hari saja dan biar semua ini jadi rahasia buat kamu supaya rasa penasaran kamu makin besar, semakin besar rasa penasaran kamu maka semakin kuat kemauan kamu untuk datang kesini lagi. Jadikan rasa penasaran kamu sebagai "alat" untuk datang lagi kemari, nak". Kata si Aki dengan santainya nenangin rasa penasaran gua.

"Tapi Ki..." tanya gua ke si Aki yang langsung dipotongnya.

"Udah nak, ini kenalin wanita yang disamping Aki. Kamu mau sama dia?" tanya Aki yang mendadak ngenalin si wanita.

"Hah? Wah gak ah Ki". Kata gua langsung nolak karena gak tau siapa tuh wanita.

"Jangan nolak, Nak. Ini, pakai ini. Suatu saat kamu akan bertemu sama dia dan tandanya gelang ini" kata si Aki ngasih gua gelang dan langsung dipakein sama dia ketangan kiri gua.

"Lihat tangan kanan wanita ini, dia juga memakai gelang yang sama dengan kamu. Suatu saat kamu pasti bertemu sama wanita ini dan Aki pamit dulu ya, sampai ketemu lagi, nak" kata si Aki yang selesai ngomong gitu langsung pergi dengan wanita yang ada disampingnya, tapi sebelum pergi si wanita sempet curi pandang ke arah gua dan satu hal yang gua inget dari wanita itu selain gelang yang dia pake ditangan kanannya, ialah tatapan matanya.

Tatapan mata yang sendu, bentuk mata bulat sempurna dengan warna hitam yang lebih dominan dari warna putihnya, garis ujung mata yang agak runcing disisi kanan dan kirinya, dan bulu mata yang lentik yang setiap kedipan matanya seolah mampu menghipnotis orang untuk terus melihatnya sampai mata itu terbuka lagi. Mata yang sempurna, mata yang gua kira cuma ada dihayalan doang tapi kali ini gua liat sendiri kalo mata itu ada dan nyata.

Setelah kepergian si Aki dan wanita itu, gua sendirian dan fokus mata gua bukan lagi ke foto atau selendang yang ada diatasnya tapi fokus gua udah kearah gelang yang sekarang ada dipergelangan tangan gua, pergelangan tangan sebelah kiri. Gelang biasa yang terlihat sekilas kaya hasil buah tangan dari rajutan benang yang gak tau benang apa yang pasti benang itu kuat karena bisa dijadiin gelang dan ada beberapa batu yang menghiasi gelang itu: batu warna merah, biru, hijau. Dan ada simpul kecil dibagian yang berlawanan sama tempat batu-batu itu terpasang. Bentuk gelang perpaduan antara dari bahan dan batu, gelang yang aneh tapi gak tau kenapa gua malah suka.

Lagi asik-asik liat gelang itu dan perhatiin gelang itu, tiba-tiba...

"Woy bangun lu ben, gantian tuh sekarang lu yang main pes tuh, lu tanding sama oji" kata dewa sambil tepok2 bahu gua.

"Hah, gua ketiduran ya? Sialan ngapa dibangunin dah" kata gua sewot.

"Ya kan giliran lu tanding sekarang, cepet noh pada ngantri nih buat main pesnya" kata dewa sambil ngasih stik pesnya ke gua.

"Iya iya bawel lu" kata gua langsung bangun sambil ngambil stik dari tangan dewa.

Pas lagi megang stik dan milih-milih pemain bola buat main, gua ngerasa aneh sama tangan kiri gua. Kaya ada sesuatu yang ngiket tapi gak keliatan, kaya ada gelang tapi gak ada kalo diliat.

"Tadi gua mimpi aneh banget kaya nyata, malah kaya berasa make gelang tangan kiri gua sekarang. Aneh dah ini" kata gua dalem hati masih penasaran.

---

Cerita cukup sampe sini aja ya, kaya kata gua tadi sebelum mulai cerita ini, cerita yang gak penting buat diceritain sebenernya tapi gak tau kenapa gua kepengen aja buat cerita.

Waktu nulis cerita ini aja, beberapa kali tangan kiri gua makin berasa kaya ada gelangnya tapi cuma bisa dirasa doang gak bisa diliat, gua gak mikir aneh-aneh cuma penasaran aja sama rasa ini. Semoga mimpi yang berasa nyata dan gelang yang kasat mata ini cuma hasil dari pikiran liar alam bawah sadar gua aja, gak ada kejadian khusus atau maksud khusus dari ini.

Satu-satunya alasan gua pengen banget nulis cerita ini karena gua mau nanya, "ada yang punya gelang yang sama, kaya yang gua pake (rasa) sekarang?"

......

Udah ada lanjutannya nih, silahkan ke sini Wanita bergelang itu adalah