Senin, 20 Juni 2016

Teruntuk..

Hey..
Sudah lama tak ku dengar tentangmu, terakhir saat kamu menangis karena perlakuan kekasihmu. Tidak, aku tak ingin menceritakan di sini. Aku menulis lagi tentangmu bukan karena aku merindukanmu seperti tulisanku yang sudah-sudah, aku menulis lagi tentangmu karena hanya lewat tulisan aku bisa berkomunikasi denganmu, hanya lewat tulisan aku memberi kabar tentangku dan tentang kerinduanku, itulah alasan aku suka menulis dan itu juga alasanku ingin menjadi blogger.

Blogger dunia baru buatku, dunia tulis menulis ini juga dunia baru, dunia yang amat sangat baru yang pernah aku masuki dan dunia baru yang selalu aku coba untuk nikmati. Alasanku memasuki dunia ini, dunia yang baru buatku adalah kamu, iya kamu. Aku tau kamu sudah tak peduli lagi dengan hidupku, dengan impian-impianku, dan dengan duniaku, dunia yang sering aku sebut dulu sebagai "kotak kecil hidupku" tapi aku tau kamu suka baca dan kamu akan baca apapun setiap kali kamu kesepian dan sedang menunggu sesuatu atau seseorang. Itulah kenapa aku mau masuk ke dunia penuh kata ini, masuk dan mengenal satu-satu huruf yang harus disusun rapih untuk menjadi kata, kata yang harus disusun indah untuk menjadi sebuah kalimat, kalimat yang harus disusun mewah untuk menjadi paragraf, dan paragraf yang harus disusun megah untuk menjadi sebuah lembaran-lembaran catatan hidupku yang sudah tidak ada namamu lagi dalam setiap rencanaku, dalam setiap impianku, dalam setiap keinginanku, dan dalam setiap hayalanku. Dan ini semua aku lakukan hanya untuk mencari perhatianmu walaupun matamu bukan lagi melihatku melainkan hanya melihat tulisan-tulisanku tapi itu sudah cukup untukku.

Hanya dengan tulisanlah aku mengabari diriku sekarang. Hanya lewat tulisan inilah aku memberitahu kalau hidupku tak semenarik seperti saat masih bersamamu, dulu.

Kamu tau kalau aku lebih suka bicara dan banyak bicara tentang segala hal tapi demi memberitahumu tentang diriku sekarang, aku jadi suka menulis dan menulis tentang banyak hal agar kamu tau selepas kepergianmu seperti inilah aku.

Kita tak mungkin bertemu dan kita juga tak mungkin bisa berbicara secara langsung tentang perasaanku yang masih sama seperti dulu dan tentang perasaanmu yang sudah menemukan kekasih yang baru, tapi lewat tulisan ini dan lewat tulisan-tulisanku yang lalu, aku selalu ingin memberikan kabar tentangku yang mungkin sudah tak kamu pedulikan lagi. Entahlah, mungkin semua tulisanku tentangmu kamu anggap sebagai pengisi waktu kosongmu tapi semua tulisan ini aku tulisan sebagai pengisi hati kosongku, dengan menulis tentangmu aku mengingat kembali kisah kita, aku mengingat senyummu, tawamu, cemberutmu, marahmu, jutekmu, dan matamu.

Semua tentangmu aku tulis dalam tulisanku bukan hanya untuk mencari perhatianmu tapi mengingatmu dengan cara yang lain karena ingatanku ada batasannya dibatasi oleh usia dan hatiku juga ada batasannya dibatasi oleh kedatangan seseorang yang baru walaupun itu masih suatu saat nanti. Inilah caraku mengingatmu dengan menulis agar kamu tak hilang digilas waktu dan agar kamu tak hilang diganti yang seseorang yang baru.

Aku memindahkan semua tentangmu dalam tulisanku agar kelak suatu saat nanti anakku bertanya "cinta itu seperti apa?" Aku akan langsung menjawab "cinta itu seperti apa yang pernah aku tulis dan kalo kamu mau tau silahkan baca tulisanku" tanpa harus bercerita lagi ke anakku nanti, dia pasti akan paham kalau cinta itu bukan lagi tentang memiliki tapi tentang mendoakan yang buat orang terkasih untuk mendapatkan pasangan terbaik sekalipun orang yang terbaik buat dia itu bukan kita.

Semua tulisanku sudah kamu baca beserta semua sajak dan puisiku juga sudah kamu baca, entah apa ekspresi wajahmu saat membacanya dan entah apa kata hati kamu saat membacanya tapi dengan memberikan semua tulisanku ke ibumu itu sudah cukup buatku, cukup memberitahu kalau kamu tak bisa menangis tanpa sebuah pelukan. Kamu tak mungkin memeluk kekasihmu saat membaca tulisan tentangku tapi kamu pasti bisa memeluk ibumu sambil menceritakan kesepianku dari setiap kata yang tersusun rapih dalam bentuk barisan kalimatnya.

Aku pernah kesepian dan sekarangpun masih, aku pernah merindukanmu dan sekarangpun masih, aku pernah mengkhawatirkanmu dan sekarangpun masih, aku pernah ingin sekali bercanda denganmu dan sekarangpun masih, dan satu hal yang ingin aku ulang saat denganmu yaitu "saat-saat bersamamu". Tak ada ketenangan selain melihatmu dan tak ada keindahan selain berada di sampingmu.

Tulisanku kali ini agak panjang, semoga kamu tak bosan membacanya. Aku sengaja hanya tulisan tanpa foto karena tak ada foto yang pas untuk menggambarkan setiap moment kebahagiaanku denganmu dan tak ada foto yang bisa mewakilkan apa yang ingin aku sampaikan melalui gambar.

Maaf, kata itu yang ingin aku sampaikan. Bukan karena aku bersalah atau melakukan kesalahan tapi karena aku masih merasakan rasa yang sama tapi dengan keadaan dan takdir yang sudah berbeda.

Aku tau kamu sudah bahagia dengan kekasih barumu sekarang, itulah alasan aku membuat tulisan ini. Tulisan yang mungkin menjadi tulisan terakhir tentangmu dan untukmu karena tanpa sengaja aku melihat senyum bahagiamu dengan kekasih barumu tadi. Aku juga bahagia melihatnya dan kebahagiaan itu aku coba gambarkan ditulisan ini, semoga kamu melihat bahagiaku dalam tiap tanda baca yang aku letakkan disela-sela kata.

Aku tak peduli lagi dengan huruf, aku tak peduli lagi dengan kata, aku tak peduli lagi dengan kalimat, dan aku tak peduli lagi dengan paragraf, aku hanya peduli dengan tanda baca. Karena setelah melihat senyummu dengan kekasihmu sudah tidak ada lagi kata yang bisa ku urai untuk menyampaikan sebuah rasa tapi masih bisa ku urai dengan tanda baca.

Dengan sebuah tanda baca " :') "